Jujurkepada Allah, Arab Badui Ini Syahid. 10 Pelajaran dari Arab Badui yang Kencing di Masjid Nabi. Peran Orang Badui dalam Hadis Mutawatir dan Dalailun Nubuwwah - Alif.ID Sebuah kisah Arab badui yang datang… | Facebook. Hadits Bukhari 6685-6725 Bab Mengharap dan Bab Khabar Ahad | Em_Jihed_Sumberjati's Blog Keduapasukan pun bertemu. Dimulailah peperangan yang sangat menegangkan. Berturut-turut syuhada muslimin berguguran. Khalid menyadari keunggulan musuh dari segi jumlah. Akan tetapi dengan pandangan yang dalam dan cerdas, ia menangkap satu titik kelemahan dalam pasukannya, yaitu kebanyakan mereka adalah Arab Badui yang baru masuk Islam. badui" Keesokan harinya sang imam mencari si Badui. Setelah bertemu, ia bertanya, "Doa apa yang kau baca sewaktu sholat jenazah kemarin." "Aku tidak membaca apa-apa," kata si Badui. "Semalam aku mimpi bertemu dengan mayit yang kita sholatkan kemarin. Ia bercerita bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya berkat doamu." "Aku tidak berdoa apa-apa. KisahSahabat Utsman bin Affan. Ia adalah khalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 (umur 69-70 tahun) hingga 656 (selama 11-12 tahun). Selain itu sahabat nabi yang satu ini memiliki sifat yang sangat pemalu. Utsman bin Affan 574-656 / 12 Dzulhijjah 35 H; umur 81-82 tahun) adalah sahabat Nabi Muhammad yang termasuk Khulafatu Kisah mashyur orang Arab Badui yang membuat Rasulullah SAW menangis* Ketika Rasulullah SAW tengah melakukan Thawaf untuk mengelilingi Ka'bah. Ketika itu, beliau melihat ada seorang lelaki yang juga Aisyahra berkata: Aku memahaminya, lalu aku menjawab: Dan atas kalian semua kematian dan kutukan. Aisyah berkata: Maka Rasulullah saw bersabda: Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah swt mencintai kelembutan dalam segala urusan. Lalu aku berkata: Ya Rasulallah tidakkah engkau dengar apa yang mereka katakan? . 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID wl_qJSDhrNvhZpNULWHtWAO8U5-gvaohr2MUgepp2jH_To-C9qYb9g== Sudah 15 abad Rasulullah Al Musthafa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam SAW berpulang ke rahmat Allah, namun ajaran dan kemuliaan akhlaknya terus bersinar dan dikenang. Ketika wafat pada tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi itu usia 63 tahun, umat Islam sangat terpukul seakan-akan dunia kehilangan pemimpinnya. Namun, Allah berkehendak, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW justru semakin berkembang hingga ke penjuru Beliau, Allah menjadikan Alquran dan Alhadits sunnah Nabi sebagai pedoman dan pegangan bagi umat Nabi Muhammad SAW . Betapa beruntungnya mereka yang hidup berdampingan dan ikut berjuang membantu Rasulullah SAW. Para ahlul bait dan sahabat adalah orang-orang pilihan yang membantu dan menyebarluaskan risalah Nabi tersebut. Baca Juga Biografi Nabi Muhammad, Manusia Teragung Sepanjang MasaBagi kita yang belum pernah bertemu sosok mulia Rasulullah SAW, tentu menyimpan kecintaan dan kerinduan yang mendalam. Sosok Beliau yang agung dan berakhlak mulia benar-benar tak pernah habis untuk diperbincangkan. Kecintaan umat kepada Rasulullah sering ditunjukkan sejak masa sahabat dahulu hingga para ulama masa kini. Mereka tak sanggup menceritakan kemuliaan Nabi Muhammad SAW atau melukiskannya dengan kata-kata. Hanya air matalah yang mampu menjawab pertanyaan tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Ada satu kisah seorang Arab Badui yang ingin mengetahui seperti apa akhlak Rasulullah SAW. Seperti dikutip dari akun PenaTarimStore yang bersumber dari 'Buku-Buku Islam' menceritakan, beberapa waktu setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, para sahabat masih dalam keadaan sangat berduka. Baca Juga Khutbah Terakhir Rasulullah Sebelum WafatSeorang Arab badui menemui Sayyidina Umar bin Khattab RA dan berkata, “Ceritakan padaku tentang akhlak Muhammad!” Sayyidina Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui ini menemui Bilal RA. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis dan tak sanggup menceritakan apa pun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tadi menjumpai Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Si Badui ini merasa Sayyidina Umar dan Bilal sahabat-sahabat senior dan setia Nabi? Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad? Dengan berharap-harap cemas, Badui ini kemudian menemui Sayyidina linangan air mata Sayyidina Ali berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini! Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Baca Juga Kisah Mengharukan, Detik-detik Wafatnya Rasulullah SAWAli kemudian berkata, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad SAW, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh 'Muhammad Memiliki Budi Pekerti Yang Agung.”.Demikian kisah Badui yang penuh hikmah ini dan kita bisa memetik pelajaran bahwa keindahan akhlak Rasulullah SAW tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan keberkahan kepada Beliau dan keluarga sahabat serta pengikutnya. Aamiin.rhs Islam adalah rahmat untuk seluruh penghuni alam, siapa pun mereka muslim, kafir, bahkan hewan dan tumbuhan. Hal itu bisa kita simak dari sifat dan keteladanan Nabi saw ketika menghadapi orang bodoh yang mengotori kesucian dan hikmah berikut ini semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat Badui adalah pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana pengembara lainnya, Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari mengggembalakan merupakan salah satu dari asli Arab. Perawakan Badui yang khas menyebabkan dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan pendatang yang ada di Arab, Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara. Itulah sedikit info mengenai Arab Arab badui memang terkenal sangat jauh dari ilmu agama alias jahil. Mereka sering bertingkah aneh. Namun, karena tingkahnya inilah yang membuat para sahabat sering dapat ilmu baru. Sehingga sebagian mereka berharap-harap agar orang badui ini selalu datang dan membuat ulah sehingga mereka bisa menggali ilmu dari sikap Nabi shallallahu alaihi wa sallam terhadap orang Badui tersebut. Berikut kami sajikan kisah mengenai seorang badui yang kencing di masjid Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Semoga dari kisah ini kita bisa mendapatkan faedah ilmu syari yang Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut. Tatkala orang tadi telah menyelesaikan hajatnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami. HR. Bukhari no. 221 dan Muslim no. 284Silakan melihat teks hadits ini di kitab Bulughul Marom karya Ibnu Hajar. Berikut adalah pelajaran berharga yang disarikan dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikrom Syarh Bulughil Marom, 1/ PERTAMAHadits ini menunjukkan bahwa air kencing itu najis karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk membersihkan tanah lantai masjid yang terkena kencing tadi. Oleh karena itu, kencing dan kotoran yang keluar dari dalam tubuh manusia adalah najis. Namun apakah semuanya najis, termasuk juga darah?Adapun darah manusia terdapat perselisihan pendapat di kalangan ulama. Namun, yang lebih tepat darah manusia tidaklah najis. Karena tidak ada dalil Al Quran dan Hadits yang menunjukkan najisnya hal ini. OIeh karena itu, kita kembalikan ke hukum asal bahwa setiap benda adalah suci sampai kita menemukan dalil yang menyatakan bahwa benda tersebut najis. Namun, mayoritas ulama tidak berpendapat demikian. Mereka menilai bahwa darah tetaplah najis, namun jika sedikit dimaafkan. Barangsiapa yang ingin berhati-hati dari perselisihan yang ada ini, maka jika darah tersebut dicuci maka tidaklah KEDUAWajibnya membersihkan lantai masjid dari najis, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyiramkan air pada najis KETIGATerdapat larangan kencing di masjid karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari pengingkaran para sahabat terhadap orang badui tadi. Beliau shallallahu alaihi wa sallam cuma melarang untuk tidak menghardiknya. Sehingga ini menunjukkan bahwa kencing di masjid KEEMPATKemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat tadi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui tadi kencing di masjid karena memang di situ ada karena itu, jika kita melihat seseorang berada di kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian dia menujukan doa pada beliau shallallahu alaihi wa sallam semacam dia mengatakan Ya Muhammad, berikanlah aku rizki! Apakah dalam kondisi semacam ini kita boleh langsung mengingkari perbuatan orang ini dengan mengatakan, “Engkau musyrik, engkau telah berbuat syirik, engkau telah berdoa kepada selain Allah?”Jawabannya Jangan lakukan seperti itu. Bahkan kita biarkan hingga dia selesai berdoa lalu kita berdialog dengannya dengan cara yang baik dan penuh hikmah. Mungkin kita bisa katakan padanya, “Akhi, siapakah yang mampu mengabulkan doa, Rasulullah ataukah Allah Taala?” Pasti dia akan mengatakan, “Allah”. Lalu setelah itu kita katakan padanya, “Jika demikian, mintalah doa pada Allah saja, janganlah engkau menujukan satu doa pun pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Tujukanlah doamu pada Allah semata karena itu memang lebih baik padamu daripada engkau berdoa kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena seorang Rasul tidaklah bisa mendatangkan manfaat atau bahaya, juga tidak mengetahui perkara ghoib”. Jika orang ini sudah merasa jelas dengan penjelasan ini, barulah kita katakan bahwa yang dia lakukan adalah kesyirikan yang dapat menjadikan seseorang menjadi penghuni Allah … Inilah cara berdakwah yang bijak dan mudah diterima yang dicontohkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau dan melapangkan KELIMANabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki sikap yang sangat bagus dalam menyikapi umatnya. Beliau shallallahu alaihi wa sallam melarang para sahabat untuk menghardik orang ini karena ada bahaya yang ditimbulkan di balik itu. Di antara bahayanya adalah akan memudhorotkan orang ini disebabkan kencing yang diperintahkan dihentikan seketika. Bahaya lainnya adalah aurat orang ini bisa terbuka karena kaget, sehingga berbalik, kemudian para sahabat kemungkinan bisa melihat auratnya. Kalau dia masih tetap kencing lalu dipaksa berhenti, maka celananya kemungkinan bisa terkena najis. Bahkan najisnya akan meluas di tempat dia kencing, namun bisa mengena ke bagian masjid KEENAMMembersihkan najis yang ada di masjid haruslah dilakukan dengan segera. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan menggunakan air dalam hal ini. Namun sebenarnya jika kencing tadi dibiarkan begitu saja, maka dia akan hilang dengan sendirinya karena tertiup angin atau terkena terik matahari. Namun, karena tujuannya ingin agar najis hilang dengan segera, maka digunakanlah KETUJUHMembersihkan najis yang ada di masjid, hukumnya adalah fardhu kifayah, yaitu jika sudah mencukupi yang melakukan hal ini, maka orang lain gugur kewajibannya. Kenapa bisa fardhu kifayah? Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk membersihkan kencing tadi, namun beliau tidak bareng dengan mereka membersihkannya. Jika hukum melakukan hal ini adalah fardhu ain wajib bagi setiap orang, maka tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang lebih dahulu membersihkan najis tersebut dari sahabat lainnya. Oleh karena itu, barangsiapa melihat najis di masjid maka dia wajib membersihkannya. Jika tidak mampu, maka dia wajib meminta pada orang lain untuk membersihkan najis yang di masjid KEDELEPANDari hadits ini dapat kita simpulkan sebuah kaedah yang sudah masyhur di tengah-tengah para ulama yaitu jika kemungkaran tidak dapat dihilangkan kecuali dengan kemungkaran lain yang lebih besar, maka kemungkaran ini tidak boleh diingkari. Ini adalah kaedah yang sudah sangat jelas. Jika kita menghilangkan suatu kemungkaran, namun malah mendatangkan kemungkaran yang lebih besar maka ini sama saja kita melakukan kemungkaran yang pertama tadi dan kita menambah kemungkaran yang baru lagi. Dan tambahan ini tidak diragukan lagi adalah KESEMBILANSelayaknya bagi orang yang ingin melarang suatu kemungkaran, dia menjelaskan sebab kenapa dia melarang hal itu. Lihatlah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala melarang orang badui ini, beliau shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal ini dilarang karena masjid adalah tempat yang tidak diperbolehkan terdapat kotoran dan najis. Masjid adalah tempat untuk berdzikir kepada Allah dan melaksanakan shalat. Sehingga dengan demikian, orang badui yang sebelumnya belum tahu, akhirnya menjadi KESEPULUHHendaklah setiap orang tatkala berinteraksi dengan lainnya, dia menyikapinya sesuai dengan keadaannya. Orang badui ini bukanlah penduduk Madinah. Jika penduduk Madinah yang melakukan demikian tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan menyikapinya berbeda. Akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyikapi orang ini sesuai dengan keadaannya yang jahil dan kurang paham agama. Demikian faedah yang sangat berharga dari orang badui yang bertamu ke masjid Nabi. Semoga faedah ini Allah berikanlah pada kami ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib dan amalan yang diterima. Mh***Disusun di Gunung Kidul dan dilanjutkan di Pogung Kidul,22 Dzulqodah 1429 di pagi hari yang penuh berkahPenulis Muhammad Abduh TuasikalSumber Alkisah, ada satu orang Arab Badui yang memiliki kemuliaan dan memiliki keutamaan dari suatu daerah. Dia bercerita, “Selama tiga tahun, aku selalu berdoa kepada Allah memohon supaya dikaruniai anugerah bisa pergi menunaikan ibadah haji.” Sebagaimana diceritakan oleh Al-Qasim bin Muhammad yang terdapat dalam Uyun al-Hikayat min Qashash ash-Shalihin wa Nawadir az-Zahidin karya Ibnul suatu malam, orang Arab Badui tersebut bermimpi didatatangi oleh Rasulullah Saw dan berkata, “Berangkatlah engkau untuk menunaikan ibadah haji tahun ini”. Lalu, sang badui terbangun dan teringat bahwa dirinya tidak punya bekal apapun untuk pergi menunaikan ibadah mimpi di malam ketiga tersebut, sang badui pun menyampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW. Lalu, beliau berkata; “Kamu punya bekal. Lihatlah tempat ini dan itu dari rumahmu, lalu galilah. Di dalamnya terdapat sebuah baju zirah milik kakek atau ayahmu.”Setelah shalat subuh, orang Badui itu lantas menggali lokasi yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam mimpi. Setelah beberapa saat menggali, dia menemukan sebuah baju zirah itu lantas dijual, dan laku dengan harga empat ratus dirham. Kemudian, ia pergi ke mirbad pasar hewan untuk membeli unta. Setelah itu, ia pun mempersiapkan berbagai hal seperti yang biasa dipersiapkan oleh orang yang ingin pergi haji pada umumnya. Tidak lupa, ia membuat janji dengan berbagai kawan untuk pergi cerita, ia pun pergi untuk menunaikan haji. Setelah menyelasaikan semua manasik haji, ia lantas bersiap untuk pulang. Lalu, ia membawa untanya ke Abthah dan menembatkannya di sana. Kemudian, ia kembali ke Mekkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’.Selesai menunaikan Thawaf Wada’, sang badui lantas shalat di Hijr Ismail. Usai shalat, ia tidak kuasa menahan kantuk, hingga ia pun tertidur dan kembali bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpi itu, beliau Rasulullah berkata; “Wahai engkau, sesungguhnya Allah Swt telah menerima ibadah hajimu setelah ini, datang dan temui Umar bin Abdul Aziz, lalu sampaikan pesanku kepadanya; “Hai Umar, sesungguhnya engkau memiliki tiga nama di sisi kami, yaitu Umar bin Abdul Aziz, Amirul Mukminin, dan Abul Yatama. Perketatlah kontrol, dan pengawasanmu terhadap para pengelola urusan publik dan petugas penarik pajak.”Ketika terbangun, sang badui bergegas menemui kawan-kawannya. ”Kalian pulanglah lebih dulu’ kata badui pada mereka. Ia pun mencari rombongan yang akan berangkat ke itu, sang badui berangkat bersama mereka ke Syam. Setelah sampai di Damaskus, orang badui tersebut menanyakan di mana rumah Umar bin Abdul Aziz. Setelah tahu rumah Umar, ia lantas pergi ke rumahnya. Sesampainya di rumah Umar, ia menambatkan untanya dan menitipkannya kepada seseorang. Waktu itu, hari masih pagi menjelang siang. Di rumah itu, ia mendapati seseorang sedang duduk di pintu rumah dan berkata, ”Wahai Hamba Allah, tolong mintakan ijin kepada amirul mukminin bahwa saya ingin menghadap kepadanya.””Saya bukannya menghalangi engkau, tapi saya ingin beritahu engkau bahwa biasanya Amirul Mukminin sibuk dengan urusan rakyat hingga jam sekian dan sekian. Jadi, jika engkau mau sabar menunggu, maka itu bagus. Tapi jika tidak, maka silahkan saja masuk.” jawab orang sang badui pun akhirnya masuk. “Siapa engkau?” tanya Umar bin Abdul Aziz mendapati seorang Arab Badui di rumahnya. “Saya adalah orang yang diutus Rasulullah SAW untuk menemuimu,” jawab si Arab badui melihat waktu itu Umar memegang kedua sandalnya, dan sedang mengambil air. Ketika melihatnya, dia lantas berjalan ke salah satu sudut rumah meletakkan kedua sandalnya, kemudian duduk. Lalu, orang badui tersebut mengucapkan salam dan duduk. “Dari mana engkau”, tanya Umar. ”Saya dari Bashrah” jawab badui. ”Maksudku dari bani siapa” tanya Umar. ”Saya dari bani Fulan”, jawab Umar mulai menanyakan tentang keadaan berbagai barang komoditas di negeri orang Arab Badui itu, seperti gandum, selai, kismis, kurma, minyak samin, biji-bijian, benih, bumbu, dan rempah rempah serta yang puas menanyakan hal-hal tersebut, Umar lantas kembali ke pokok persoalan yang pertama, ”Apakah benar engkau datang dengan membawa sesuatu besar dan serius seperti yang engkau sampaikan di awal tadi?” tanya Umar. ”wahai Amirul Mukminin, saya tidak datang menemuimu melainkan dengan membawa apa yang saya lihat” jawab BaduiLalu, badui mulai menceritakan kejadiannya mulai dari mimpinya bertemu Rasulullah SAW hingga kedatangannya ke Damaskus untuk cerita itu, terlihat bahwa Umar bin Abdul Azizz memahami dan meyakini betul hal itu. Dan berkata, ”Singgahlah dulu di sini, aku akan memberimu sesuatu.” Namun sang badui menolak dan berkata, “Tidak perlu, terima kasih.”Lalu, Umar masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian, dia keluar lagi sambil membawa kantong berisikan uang sebanyak empat puluh dinar.”Hanya ini uang subsidi untuk rakyat yang tersisa padaku. Sebagiannya akan saya berikan kepadamu sebagai penghibur” kata Umar.”Tidak, sungguh demi Allah, saya tidak akan mengambil imbalan apapun atas peyampaian pesan Rasul.” jawab Umar bisa menerima alasan badui tersebut dan mempercayainya. Kemudian, sang badui pamit untuk pulang. Ketika badui ingin pulang, Umar menghampirinya, memeluknya dan mengantarnya sampai pintu rumah, sementara kedua matanya tampak basah oleh air Arab Badui akhirnya kembali pulang ke Bashrah. Akan tetapi, setelah satu tahun berlalu, ia mendapatkan berita bahwa khalifah Umar bin Abdul Aziz meninggal pada suatu hari, orang badui tersebut ikut bergabung dengan barisan pasukan perjuangan. Ketika di tanah Romawi, ia di sapa oleh penjaga pintu rumah khalifah Umar bin Abdil Aziz yang dulu pernah bertemu dengannya ketika akan menghadap kepada Umar. Ternyata orang tersebut masih mengenal dan ingat kepada orang badui yang menghampirina, sementara sang Arab Badui sendiri sudah lupa menghampiri orang Arab Badui itu dan menyapanya dengan mengucapkan salam. Dan bercerita; “tahukah engkau, bahwa sesungguhnya Allah membuat mimpimu itu benar-benar menjadi kenyataan. Waktu itu, Abdul Malik, putra khalifah Umar bin Abdul Aziz, jatuh sakit. Tiap malam, saya dan khalifah Umar bergantian menunggui dan menjaganya. Ketika tiba giliran saya untuk menunggui dan menjaga Abdul Malik, maka Umar bin Abdul Aziz memanfaatkan waktu yang ada untuk shalat. Dia masuk ke dalam ruangannya, lalu menutup dan menunaikan shalat. Sedangkan ketika tiba giliran Umar menunggui Abdul Malik, maka saya memanfaatkannya untuk tidur.”Pada suatu malam, saya mendengar suara tangisan yang cukup keras. ”wahai Amirul Mukminin, apakah telah terjadi sesuatu pada Abdul Malik?” Tanya pengawal kepada khalifah tetapi, sepertinya dia tidak mempedulikan perkataanku tersebut. Beberapa lama setelah itu, kondisi khalifah Umar sudah mulai stabil, lalu membuka pintu, kemudian berkata kepadaku; ”Tahukah engkau, sesungguhnya Allah SWT membuat mimpi laki-laki dari Bashrah itu benar-benar menjadi kenyataan. Rasulullah SAW mendatangiku dan menyampaikan kata-kata seperti yang pernah disampaikan olehnya.”

kisah arab badui yang syahid